Kau tampak
lusuh dan berdebu
di gerogoti usia dan beban berat di pundakmugaris –garis hitam menghiasi kelopak matamu
Ayah begitu berat bebanmu...
Saat senja kau duduk termanggu menatap kedepan
Berusaha tetap mencari keping - keping kehidupan
Ketika badai menghantam kau tetap tegar
Melindungi anak-anak mu dengan bahu yang selalu terasa kekar
Ayah begitu berat bebanmu...
Saat anak- anak mu beranjak dewasa
Kau tetap berusaha melindungi laksana sang dewa
Tanpa rasa lelah kau terus berkelana
Tuk mendapatkan apa yang terbaik bagi sang putra
Ayah begitu berat bebanmu...
Kini anak-anak mu sudah bisa berdiri
Walaupun tertatih tapi kucoba tak terus membebani
Karena ku sadar sudah saat nya kau istirahat ayah
Menikmati buah – buah hasil jerih payah
Ayah begitu
berat bebanmu...
Maaf aku belum bisa membahagiakanmu
Maaf aku belum bisa menghapus luka – luka yang menggores lenganmu
Maaf keringat mu tak bisa tergantikan dengan mineral yang ku persembahkan
Tapi ku berusaha tuk mencoba buatmu tersenyum.....
Dedicated to My Father kau adalah Inspirasi Q...
Maaf aku belum bisa membahagiakanmu
Maaf aku belum bisa menghapus luka – luka yang menggores lenganmu
Maaf keringat mu tak bisa tergantikan dengan mineral yang ku persembahkan
Tapi ku berusaha tuk mencoba buatmu tersenyum.....
Dedicated to My Father kau adalah Inspirasi Q...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar